Di sebuah malam yang hening di Betlehem, sebuah kota kecil di wilayah Yudea, dua orang berjalan perlahan di jalanan berdebu. Mereka adalah Yusuf dan Maria, yang sedang melakukan perjalanan untuk memenuhi perintah sensus yang dikeluarkan oleh Kaisar Agustus. Perjalanan itu tidaklah mudah, apalagi bagi Maria yang sedang mengandung anak pertama mereka. Mereka sampai di Betlehem, namun begitu tiba, mereka disambut dengan kenyataan yang tak terduga – tidak ada ruang di penginapan.
Yusuf, yang penuh dengan keprihatinan namun juga memiliki keyakinan dalam hatinya, berusaha menenangkan istrinya. “Tenang, Maria. Mungkin tidak ada tempat di penginapan, tetapi aku yakin Tuhan akan menyediakan tempat bagi kita. Mari kita coba pergi ke kandang, mungkin di sana kita bisa menemukan tempat yang aman.”
Dengan langkah yang berat, mereka menuju ke sebuah kandang yang sederhana, tempat para peternak biasa menyimpan ternak mereka. Tidak ada kemewahan di sana, hanya palungan yang digunakan sebagai tempat tidur bagi bayi-bayi ternak. Namun di sinilah, pada malam yang penuh kedamaian itu, terjadi sebuah peristiwa yang mengubah sejarah dunia. Di palungan yang sederhana itu, Yesus, Sang Mesias, lahir ke dunia.
Kelahiran Yesus di Betlehem bukanlah kebetulan. Betlehem, meskipun kecil dan tidak dikenal banyak orang, adalah tempat yang telah dipilih oleh Allah untuk menggenapi rencana-Nya. Sejak zaman Raja Daud, Betlehem telah dikenal sebagai kota tempat kelahiran seorang raja besar, seorang pemimpin yang dipilih Allah. Raja Daud sendiri, yang berasal dari keluarga sederhana di Betlehem, diangkat menjadi raja Israel. Seperti yang tercatat dalam 1 Samuel 16:1-13, Allah memilih Daud yang masih muda dan tidak dipandang sebagai pilihan utama oleh manusia, namun Dia melihat hati Daud yang tulus.
“Betlehem bukanlah tempat yang besar atau terkenal, tetapi Allah selalu memilih tempat dan orang yang tampaknya tidak penting untuk melakukan hal-hal besar,” ujar seorang pendeta kepada jemaat gereja pada suatu hari, saat ia merenungkan kembali kisah kelahiran Yesus. “Betlehem adalah bukti bahwa Allah tidak bekerja sesuai dengan ukuran dunia, tetapi menurut kehendak-Nya yang sempurna.”
“Jadi, Betlehem punya makna lebih dari sekadar kota kecil?” tanya salah seorang jemaat dengan rasa ingin tahu. “Mengapa Tuhan memilih kota yang tak banyak dikenal orang itu?”
Pendeta tersenyum dan menjawab, “Betlehem menjadi tempat kelahiran Raja Daud, dan juga tempat kelahiran Raja segala raja, Yesus. Tuhan memilih Betlehem untuk menunjukkan bahwa karya-Nya tidak dibatasi oleh ukuran dunia, tempat, atau status. Yesus lahir di kota yang sederhana, sebagai simbol bahwa Kerajaan Allah bukanlah kerajaan yang dibangun dengan kemewahan dan kekuasaan dunia, melainkan dengan kasih, kerendahan hati, dan pengorbanan.”
Namun, keajaiban kelahiran Yesus di Betlehem tidak berhenti di sana. Pada malam yang sama, para gembala yang sedang menjaga domba mereka di padang menerima kabar dari malaikat. Malaikat itu berkata kepada mereka, “Jangan takut, karena sesungguhnya aku memberitakan kepadamu suatu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:10-11). Para gembala yang terkejut dan gembira segera pergi ke Betlehem untuk melihat bayi yang baru lahir. Mereka menemui Maria dan Yusuf, dan dengan takjub mereka menyembah bayi itu.
“Apakah kamu mendengar kabar dari malaikat itu?” tanya salah seorang gembala kepada teman-temannya. “Hari ini, di kota ini, kita akan menemukan Juruselamat yang telah dijanjikan kepada kita!”
Salah satu gembala lain mengangguk dengan mata penuh kebahagiaan. “Benar. Inilah yang kita tunggu-tunggu. Kita harus pergi dan melihat-Nya sekarang juga. Ini adalah kabar yang membawa harapan bagi kita semua.”
Betlehem, meskipun tidak banyak dikenal oleh dunia, menjadi pusat perhatian surga. Kota kecil ini, yang berarti “Rumah Roti,” menjadi tempat kelahiran “Roti Hidup,” Yesus Kristus, seperti yang disebutkan dalam Injil Yohanes 6:35. Yesus, yang adalah Roti Hidup, datang untuk memberi makan jiwa-jiwa yang lapar akan kebenaran dan keselamatan. Betlehem, dengan nama yang berarti “Rumah Roti,” menjadi simbol dari pemenuhan janji Allah untuk memberi hidup bagi umat manusia. Yesus, yang lahir di sana, mengingatkan kita bahwa meskipun kita merasa kecil dan tidak berarti, Tuhan dapat menggunakan kita untuk tujuan yang lebih besar. Tuhan seringkali memilih hal-hal yang tampaknya tak berarti di mata dunia untuk menggenapi rencana-Nya yang agung.
Beberapa waktu setelah kelahiran Yesus, orang-orang Majus dari Timur datang ke Betlehem, mengikuti bintang yang menunjukkan tempat kelahiran Sang Mesias. Mereka membawa hadiah-hadiah berharga—emas, kemenyan, dan mur—sebagai persembahan bagi Raja yang baru lahir. Mereka datang untuk menyembah Yesus, mengakui-Nya sebagai Raja yang datang untuk membawa keselamatan.
“Melihat bayi ini, aku tahu bahwa Dia adalah Raja yang dijanjikan,” kata seorang dari orang Majus. “Tidak ada keraguan lagi. Bintang ini memandu kita ke tempat ini untuk melihat wajah Sang Juruselamat.”
Salah satu orang Majus yang lain menambahkan, “Yes, ini adalah pemenuhan nubuat yang telah kita dengar dari nenek moyang kita. Betlehem adalah tempat yang sederhana, tetapi sangat penting dalam rencana Allah untuk menyelamatkan umat manusia.”
Betlehem, meskipun kecil dan sederhana, mengajarkan kita bahwa Allah sering bekerja melalui hal-hal yang tidak diperhatikan dunia. Kota ini menjadi tempat yang sangat berarti, di mana janji Allah tentang kedatangan Mesias digenapi. Dari tempat yang kecil dan rendah hati inilah, Allah membawa keselamatan bagi seluruh dunia.
Kisah Betlehem mengingatkan kita bahwa seringkali Allah memilih hal-hal yang kecil dan tak terduga untuk melakukan pekerjaan besar-Nya. Dalam kehidupan kita, kita mungkin merasa kecil, tidak berarti, atau tidak dipedulikan. Namun, seperti halnya Betlehem yang dipilih Allah sebagai tempat kelahiran-Nya, kita juga dipanggil untuk menjadi bagian dari rencana-Nya yang besar. Betlehem mengajarkan kita bahwa meskipun kita tidak besar atau terkenal, kita tetap memiliki tempat yang penting dalam hati Tuhan. Dalam setiap langkah hidup kita, Tuhan hadir, memberi arah, dan menggenapi janji-Nya.
Seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 1:27, “Tetapi apa yang bodoh di dunia ini dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang bijak, dan apa yang lemah di dunia ini dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.” Tuhan tidak memilih berdasarkan ukuran dunia, tetapi berdasarkan hati yang terbuka untuk melakukan kehendak-Nya. Betlehem mengingatkan kita bahwa Allah hadir dalam hal-hal kecil dan tak terduga, dan melalui hal-hal tersebut, Ia menggenapi rencana keselamatan-Nya yang besar.
Betlehem mengajarkan kita bahwa Tuhan bekerja di tempat yang sederhana dan melalui orang-orang yang rendah hati. Jika kita membuka hati kita untuk-Nya, kita juga bisa menjadi bagian dari pekerjaan besar-Nya, meskipun kita merasa tidak pantas atau kecil. Tuhan menggunakan Betlehem yang kecil untuk membawa keselamatan bagi dunia, dan melalui kita, Dia juga dapat melakukan hal yang sama. Sebagaimana Tuhan berkata dalam Kisah Para Rasul 17:28, “Karena sesungguhnya, di dalam Dia, kita hidup, kita bergerak, dan kita ada.”
Para pembaca yang budiman, sedikit tambahan menjelaskan tentang kota Betlehem masa kini.
Betlehem pada masa kini sangat berbeda jika dibandingkan dengan Betlehem yang digambarkan dalam Alkitab. Kota yang dulunya sederhana, penuh kedamaian, dan tidak banyak dikenal, kini telah berkembang menjadi sebuah kota yang ramai dan memiliki signifikansi besar dalam sejarah umat Kristen. Saat ini, Betlehem terletak di bawah administrasi Palestina, tepatnya di Tepi Barat, dan menjadi salah satu destinasi ziarah paling penting bagi jutaan orang dari seluruh dunia yang ingin mengunjungi tempat kelahiran Yesus.
Di sekitar Betlehem, jejak-jejak modernitas mulai terlihat. Jalan-jalan yang dulu berdebu kini penuh dengan kendaraan dan bangunan, dengan pusat perbelanjaan dan hotel yang berdiri di sepanjang jalan utama. Namun, meskipun kota ini telah berkembang pesat, Betlehem tetap menjaga sejumlah situs bersejarah yang mengingatkan dunia akan kisah kelahiran Yesus. Gereja Kelahiran, yang dibangun di atas gua tempat kelahiran Yesus, adalah salah satu situs keagamaan paling suci dan banyak dikunjungi oleh para peziarah setiap tahunnya.
Betlehem, meski semakin modern, tetap memancarkan aura spiritual yang khas. Walaupun kota ini telah mengalami banyak perubahan, baik dalam hal infrastruktur maupun populasi, ia masih menyimpan cerita dan kenangan masa lalu yang tak terhapuskan. Perubahan yang terjadi seiring waktu tidak menghilangkan esensi dari kota ini sebagai tempat kelahiran Sang Mesias.
Namun, di balik perkembangan ini, ada juga tantangan yang dihadapi oleh penduduk Betlehem. Kota ini kini menghadapi isu-isu sosial dan politik yang cukup kompleks, terkait dengan status wilayah dan keterbatasan yang dialami penduduknya. Meski begitu, bagi banyak orang yang mengunjungi Betlehem, kota ini tetap menyimpan makna spiritual yang mendalam, mengingatkan kita bahwa tempat yang sederhana pun bisa menjadi tempat bersejarah yang mengubah dunia.