Nanti di tahun 5000, dunia yang kita kenal kini akan berubah begitu drastis, seolah-olah menjadi bayangan dari dongeng yang tak pernah terpikirkan oleh generasi masa kini. Kemajuan sains dan teknologi yang terus melaju tanpa henti menjadi pondasi utama dari transformasi besar ini. Semua yang terasa mustahil di hari ini akan menjadi realitas sehari-hari di masa itu, membawa umat manusia pada era baru yang penuh dengan keajaiban, tantangan, dan pertanyaan mendalam tentang eksistensi mereka.
Di masa itu, batas komunikasi tidak lagi hanya milik manusia. Teknologi akan memungkinkan manusia berbicara dengan semua makhluk hidup di bumi, termasuk binatang dan tumbuhan. Sebuah percakapan dengan kucing yang tengah berjemur atau pohon tua di halaman rumah akan terasa seperti percakapan biasa antara dua sahabat. Manusia akan memahami bahasa ayam yang memanggil anak-anaknya, atau suara lirih pepohonan yang merasakan angin. Seperti Taman Eden yang diceritakan dalam kitab Kejadian, manusia dan semua makhluk akan terhubung dalam harmoni baru.
Keajaiban ini tidak hanya akan menghilangkan jarak emosional antara spesies, tetapi juga menciptakan hubungan saling pengertian yang mendalam, menjadikan manusia penjaga sejati kehidupan di muka bumi.
Perubahan fisik manusia juga akan menjadi saksi dari perjalanan evolusi otak yang terus berkembang. Seperti perjalanan dari zaman prasejarah hingga kini, di mana dahi manusia mulai membulat dan maju ke depan, masa depan akan membawa perubahan lebih drastis. Lima ribu tahun ke depan, dahi manusia mungkin menonjol hingga sepuluh sentimeter ke depan, menandakan penggunaan otaknya yang jauh lebih intensif. Wajah manusia akan terlihat berbeda, dengan mulutnya yang tampak sdkt mundur ke belakang, menciptakan bentuk yang terasa asing bagi kita hari ini. Evolusi ini mencerminkan kemampuan intelektual manusia yang terus meningkat, meski mungkin mengundang tawa atau keheranan dari generasi kita saat ini.
Jalanan aspal yang hari ini mendominasi akan terkikis oleh waktu, menyisakan retakan2 tempat rumput dan tanaman liar tumbuh subur. Namun, manusia masa depan tidak akan lagi menyingkirkan mereka, melainkan akan hidup berdampingan dengan mereka sebagai teman sejati. Seluruh permukaan bumi akan penuh dengan hijau kehidupan, hingga tak ada lagi lahan kosong. Ketika tanah tak lagi dapat diinjak tanpa rasa bersalah, manusia akan melintasi udara. Alat-alat pribadi untuk terbang akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, menggantikan pesawat yang kini kita anggap canggih. Udara akan menjadi jalan raya baru, sementara bumi menjadi taman raksasa yang dirawat dengan kasih sayang.
Pada masa itu, konsep negara akan lenyap, digantikan oleh sebuah kesatuan global tanpa sekat geografis. Bahasa akan menjadi satu, menyatukan semua manusia di bawah lingkup pemahaman universal. Kebebasan untuk tinggal di mana saja akan menjadi hak setiap individu. Namun, dunia tanpa negara juga berarti lenyapnya konsep pemerintahan seperti yang kita kenal sekarang. Tidak ada lagi presiden, perdana menteri, atau pemimpin formal lainnya. Kepemimpinan di masa depan akan didasarkan pada kekuatan dan kemampuan individu, bukan pada jabatan atau sistem politik. Dalam dunia ini, manusia akan hidup sudah bebas seperti hewan liar, di mana hukum alam berlaku tanpa kompromi.
Generasi di masa depan itu akan memandang tahun 2024 ini dengan keheranan, bahkan kelucuan. Mereka akan menemukan fosil2 kita, bahwa manusia dulu hidup dalam kelompok2 yang disebut agama, dan masing-masing kelompok tsb menyembah sesuatu yang mereka sebut dengan istilah: Tuhan.
Kebiasaan manusia untuk berkeluarga, menikah dengan satu pasangan, dan bereproduksi secara “tersembunyi”
akan menjadi bahan tertawaan di zaman mereka. Di masa itu, konsep keluarga akan hilang. Semua hubungan akan bersifat bebas dan egaliter.
Pakaian tidak lagi relevan, dan manusia akan kembali pada kondisi telanjang tanpa rasa malu, seperti hewan di alam liar. Perkawinan tetap ada, tetapi lebih sebagai bentuk kontrak sosial tanpa aturan yang mengikat.
Kebebasan menjadi nilai utama, tanpa ada larangan atau norma yang membatasi.
Pada tahun 5000 itu, kehidupan akan menjadi anarki yang terorganisir. tidak ada lagi peraturan, norma, atau hukum yang mengatur. Setiap individu bebas menentukan jalan hidupnya sendiri, seolah kembali ke kondisi purba, namun dengan kecerdasan dan kesadaran yang telah melampaui batasan masa kini. Dunia akan menjadi tempat yang liar dan penuh kemungkinan, di mana manusia hidup berdampingan dengan alam, teknologi, dan sesamanya dalam cara-cara yang tak terbayangkan sebelumnya.
Melihat jauh ke masa depan, apa yang saya digambarkan ini mungkin terasa seperti mimpi atau fiksi ilmiah. Namun, jika sejarah mengajarkan sesuatu, itu adalah bahwa perubahan adalah satu-satunya kepastian. Dunia tahun 5000 itu nanti adalah cerminan dari apa yang dapat dicapai manusia ketika teknologi, intelektualitas, dan keberanian untuk melangkah melampaui batas bersatu dalam harmoni. Sebuah perjalanan yang menanti, penuh misteri dan janji, menggambarkan betapa luasnya cakrawala kemungkinan yang terbentang di hadapan kita.